Kamis, 13 Juli 2017

PSIKOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI
Penulis : Prof.DR.Nina W.Syam, M.S
Resume by Monika Wutun
Sistematika Penulisan
I.       PENDAHULUAN
Proses Komunikasi Intrapersonal
      Sensasi
      Asosiasi
      Persepsi
      Memori
Berpikir
II.    SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
Psikologi sebagai bagian dari Filsafat
Perkembangan psikologi sebagai bagian dari filsafat
      Masa Yunani
      Masa Romawi
      Masa Renaissance
Perkembangan Psikologi Sebagai Bagian Dari Ilmu Faal
      Fisiologis
      Psikofisik
      Evolus
Psikologi Sebagai ILmu Mandiri
III. SEJARAH KEBERADAAN ILMU KOMUNIKASI
Retorika
Jurnalistik
Publisistik
Perintis dan Bapak Ilmu Komunikasi
IV. KETERKAITAN PSIKOLOGI DENGAN KOMUNIKASI
Pengertian komunikasi
Psikologi sebagai akar ilmu komunikasi
Psikologi komunikasi
Ruang lingkup psikologi komunikasi
Ciri pendekatan psikologi komunikasi
Penggunaan Psikologi Komunikasi
Faktor Personal Yang Memengaruhi Perilaku Manusia
      Faktor Biologis
      Faktor Sosiopsikologis
      Motif Sosiogenesis
V.    PROSES LAHIRNYA PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Sejarah Psikologi Komunikasi
Perbedaan antara sosiologi dan filsafat terhadap ilmu komunikasi
VI. PENERAPAN PSIKOLOGI DALAM KOMUNIKASI
Psikologi komunikan
      Psikoanalisis
      Behaviorisme
      Psikologi Kognitif
      Psikologi Humanistik
      Psikologi Transpersonal (Spiritual)
      Psikologi Komunikator
      Psikologi Pesan
      Berhati-hati dengan abstraksi
      Berhati-hati dengan abstraksi
      Berhati-hati dengan dimensi waktu
      Jangan mengacaukan kata dengan rujukannya
      Jangan mengacaukan pengamatan dengan kesimpulan
      Fungsi pesan nonverbal
      Klasifikasi pesan nonverbal
      Organisasi pesan
      Struktur pesan
      Imbauan pesan (message appeals)
VII.          PSIKOLOGI PERSPEKTIF AGAMA
Penyusun : Hada Hidayat Margana dan Dian Haspera
Psikologi versus Islam
Mazhab-Mazhab Psikologi Dalam Islam
      Psikologi Religius
      Psikologi Sufistik
Pespektif Psikologi Dan Psikoterapi Dalam Islam
      Taubah
      Puasa
      Muhasabah
      Dzikrullah



 PSIKOLOGI SEBAGAI AKAR ILMU KOMUNIKASI


Kajian ini terfokus pada bagaimana komunikasi terjadi pada diri manusia (intrapersonal), yang melibatkan proses sensasi, asosiasi, persepsi, memori dan berpikir.

Sensasi  adalah pengelaman elementer yang segera dan tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual terutama berhubungan dengan kegiatan alat indra.
Alat indra manusia dikateogorikan menjadi :
§  Sumber informasi berasal dari dunia luar (eksternal), misalnya ekseptor (telinga/mata)
§  Sumber informasi berasal dari dalam (internal), misalnya interoseptor (peredaran darah).
§  Gerakan tubuh diindrai oleh proprioseptor (misalnya organ vestibular).

Asosiasi meliputi ruang lingkup pengetahuan dan pengelaman untuk menemukan dan memahami suatu kepribadian. Belajar adalah pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons.  Ada dua hukum menurut Thorndike yaitu hukum latihan (law of exercise) dan hukum akibat (law of effect).

Persepsi adalah pengelaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi melibatkan sensasi, atensi, ekspektasi, motivasi dan memori (Desiderato).
Dalil-dalil yang dikemukan oleh Krecth dan Crutchfield diantaranya: 

  1. Persepsi bersifat selektif secara fungsional.
  2. Medan perceptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti. 
  3. Sifat-sifat perceptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada umumnya oleh sifat-sifat struktur secara keseluruhan.
  4. Obyek atau peristiwa berdekatan dengan ruang dan waktu atau menyerupai satu sama lain.
Memori
Memori melewati tiga proses yaitu :

  1. Perekaman (encoding).
  2. Penyimpanan (storage).
  3. Pemanggilan (retrieval).
Adapun jenis-jenis memori antara lain:

  1. Pengingatan (recall).
  2. Pengenalan (recognition).
  3. Belajar lagi (relearning).
  4. Reintergrasi (reintergration).
Berpikir adalah kegiatan yang dilakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making), memecahkan persoalan (problem solving), & menghasilkan sesuatu yang baru (creativity).
Proses berpikir terbagi atas dua macam: (1) Berpikir autistic dan (2) Berpikir realistic (Menurut Floyr L.Ruch: Berpikir Deduktif, Induktif & Evaluatif).
Lima tahap proses pemecahan masalah, yakni:

  1. Terjadinya peristiwa ketika perilaku yang biasa dihambat oleh sebab-sebab tertentu.
  2. Menggali memori untuk mengetahui cara apa saja yang efektif pada masa lalu.
  3. Mencoba seluruh kegiatan pemecahan yang pernah diingat atau yang dapat dipikirkan. 
  4. Mulai menggunakan lambar-lambang verbal atau grafis untuk mengatasi masalah.
  5. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran suatu pemecahan  yang biasa disebut Aha-Erlebnis (Pengelaman Aha), atau insight solution.

SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
Dibagi dalam dua periode yaitu masa sebelum dan sesudah menjadi ilmu mandiri.
Psikologi sebelum menjadi ilmu dibagi menjadi Psikologi sebagai bagian dari filsafat dan Psikologi sebagai bagian dari ilmu Faal.
Tokoh-tokoh pada bagian ini diantaranya

  • Wilhelm Maximilian Wundt (dokter, psikolog, fisiolog, dan professor. Sekarang dia dikenal sebagai penemu psikologi modern. Ia dianggap sebagai Bapak Psikologi Eksperimental).
  • Aristoteles (Seorang filsuf Yunani. Ia menulis berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorik, politik, pemerintahan dan etnis.
  • John Locke (Filsuf dari Inggris dengan pandangan empirisme. Teori yang sangat penting adalah tentang gejala kejiwaan, bahwa jiwa itu pada saat mula-mula seseorang dilahirkan bersih bagaikan sebuah tabula rasa).
  • John Stuart Mill (Seorang filsuf empiris dari Inggris. Ia juga dikenal sebagai reformator dari utilitarianisme sosial).
  • Franqois Magendie (seorang psikolog perancis dianggap sebagai pionir eksperimental).
  • Ivan Petrovich Pavlov (Seorang psikolog Rusia. Ia terkenal pertama kali dalam penjabaran fenomena pengkondisian fisik)
  • William McDougall (seorang psikolog pada abad keduapuluh yang berkair pertama kali di Inggris dan menyelesaikannya di Amerika. Ia tokoh yang mengembangkan teori instink dan psikologi sosial).
  • Franz Joseph Gall (lokalisasi fungsi mental dalam otak), Edward Bradford Titchener (struktur otak), William James (psikologi pengelaman religus dan filsafat pragmatism), James McKeen Cattell (psikolog, redaktur dan editor), John Broadus Watson (psikologi behaviorisme), Edward Chace Tolman (psikologi behaviorisme), Sigmund Freud (Psikoanalisis), dan Plato (psikologi kognitif).
Perkembangan Psikologi sebagai bagian Filsafat

  • Masa Yunani, tokoh pada masa ini Auguste Comte dengan causal explanation sebagai indicator perkembangan tahap intelektual bagi peradaban manusia. Kejayaan masa Yunani ditandai oleh tiga filsuf besar yaitu : Socrates, Plato dan Aristoteles. Lima orientasi pada masa orientasi dari animism ke natural science yaitu : Naturalistic, Biological, Mathematical, Eclectic dan Humanistic.
  • Masa Romawi, pemerintahan kekaisaran Romawi mendunia dan tertib administrasi kependudukan yang kuat serta jaminan akan ketentraman sosial. Ilmu pengetahuannya teknikal dan aplikatif.
  • Pengaruh Kristen, tokohnya St.Agustinus (metode introspektif) dan Thomas Aquinas (Soul).
  • Masa renaissance, God-centeredness menjadi human-centeredness. Tokohnya : Plato, Rene Descartes, Kurt Z.Lewin, Walter Mischel dan Carl Rogers.
Psikologi Sebagai bagian dari ilmu Faal
Pertanyaan inspiratifnya :
Apa itu jiwa?
Bagaimana bentuk konkritnya?
Bagaimana mengukurnya?
Bagaimana hubungan body-soul?

Ada tiga pergerakan utama di bidang science yang mempengaruhi Psikologi sebagai ilmu mandiri yaitu : Fisiologis (Mempelajari fungsi soul), Psikofisik (subjective experiment), dan Evolusi (Charles Darwin).
Psikologi sebagai ilmu mandiri.
Dimulai sejak abad ke-19 dengan Wilhelm Wundt sebagai orang pertama yang memproklamasikan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu. Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama tahun 1789 di Leipzig. Menyelidiki gejala kejiwaan dengan lebih sistematis dan obyektif. Ditemukan metode-metode baru sehingga disusun teori psikologi yang lepas dari ilmu induknya. Muncul aliran-aliran baru, seperti strukturalisme, fungsionalisme dan behaviorisme.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI

  1. Retorika dimulai dari Yunani dengan tokohnya : Georgias (dianggap sebagai guru retorika pertama). Protagoras dan Socrates, Isocrates dan Demosthenes.
  2. Jurnalistik, ilmu komunikasi dimulai dari aspek persuratkabaran yang dimulai dari Harvard University dengan tokohnya Joseph Pulitzer, Charles W. Eliot, Nicholas Murray Butler, Paul Felix Lazarsfeld, Elihu Katz, Robert King Merton, Frank Nicholas Stanton, Wilbur Lang Schramm, Everett M.Rogers dan Carl Iver Hovland.
  3. Publistik, dari Jerman yang bermula dari studi tentang persuratkabaran. Tokohnya: Karl Bucher, Max Weber dan Ferdinand Tonnies.
  4. Di abad ke-20 muncul Radio dan Film. Di abad ini para ilmuwan komunikasi menyadari bahwa mempelajari komuniksi sebagai pernyataan manusia.
Psikologi sebagai akar ilmu komunikasi memiliki empat ciri pendekatan psikologi pada komunikasi sebagaimana yang disampaikan Fisher :

  1. Penerimaan stimulus secara indrawi (Sensory reception of stimulus).
  2. Proses yang mengantarai stimulus dan respons (internal mediation of stimulus).
  3. Prediksi respons (prediction of responses).
  4. Peneguhan respon (Reinforcement of responses)
Psikologi komunikasi adalah disiplin ilmu yang mengkaji kejiwaan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan struktur dan fungsi yang sempurna bila dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya.
Psikologi meneliti:
·         Meneliti manusia sebagai makhluk multidimensional.
·         Memiliki pikiran
·         Kemampuan berinteraksi secara personal maupun sosial.
·       Lebih menenkankan aspek interaksi  personal dan perilaku manusia dalam lingkungan sosial terhadap kejiwaan manusia.
Paul Watzlawick, Janet Bavin dan Don Jackson dalam lima aksioma komunikasi:

  • ·         Anda tidak dapat tidak berkomunikasi.
  • ·         Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan hubungan.
  • ·         Setiap interaksi diartikan oleh bagaimana para pelaku interaksi menjelaskan kejadian.
  • ·         Pesan itu bersifat digital dan analog.
  • ·         Pertukaran komunikasi bersifat simetris dan komplementer.
Hovland, Janis & Kelly, communication is the process by which an individual (the communicator) transmit stimuli (usually verbal) to modify the behavioral of other individuals (the audience).
Raymond S.Ross memberikan pengerian komunikasi sebagai “a transactional process involving cognitive sorting, selecting and sharing of symbols ini such a way to help another elicit from his own experiences a meaning or responses simiar to that itended by the source

Definisi komunikasi bagaimanapun bentuk kontekstualnya, adalah peristiwa psikologis dalam diri masing-masing peserta komunikasi.
Dalam sejarah perkembangannya komunikasi memang dibesarkan oleh para peneliti psikologi. (Carl I.Hovland, Wilbur Schramm dan Kurt Lewin).
Kamus psikologi menyebutkan enam pengertian komunikasi:

  1. Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain seperti dalam sistem syaraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara. 
  2. Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme.
  3. Pesan yang disampaikan.
  4. Teori komunikasi merupakan suatu proses yang dilakukan satu sistem yang lain melalui peraturan sinyal-sinyal yang disampaikan.
  5. K.Lewin mengungkapkan bahwa pengaruh suatu wilayah persona pada wilayah persona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan pada wilayah lain.
  6.  Pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi.
Ciri pendekatan psikologi komunikasi;

  1.  Meneliti kesadaran manusia dan pengelaman manusia.
  2. Mengarahkan perhatian pada perilaku manusia. 
  3. Mencoba menyimpulkan proses kesadaran yang menyebabkan terjadinya perilaku manusia.
  4. Melihat bagaimana respons yang terjadi di masa lalu dapat meramalkan respon yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Penggunaan psikologi komunikasi:

  1.  Pengertian, penerimaan yang cermat dari isi stimulus seperti yang dimaksudkan komunikator.
  2.  Kesenangan (komunikasi fatis).
  3. Mempengaruhi sikap (komunikasi persuasif).
  4. Hubungan sosial yang baik.
  5. Tindakan.
Faktor personal yang memengaruhi perilaku manusia:

  1. Faktor biologis, terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, bahkan berpadu dengan faktor sosiopsikologis sebagai motif biologis. 
  2. Faktor sosiopsikologis, diklasifikasikan ke dalam tiga komponen yaitu afektif, kognitif dan konatif.
  3. Motif sosiogenesis, merupakan motif sekunder sebagai lawan motif primer (motif biologis). Beberapa klasifikasi motif sosiogenis:
          W.I. Thomas dan Florian Znaniecki:
·         Keinginan memperoleh pengelaman baru.
·         Keinginan untuk mendapatkan respon
·         Keinginan akan pengakuan.
·         Keinginan akan rasa aman.
          
          David McClelland
·         need for achievement
·         need for affiliation
·         need for power

            Abraham Maslow
·         safety needs
·         belongingness and love needs
·         Esteem needs
·         Self-actualization

Melvin H.Marx
·         Motif ingin tahu.
·         Motif kompetensi.
·         Motif cinta.
·         Motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari identitas.
·         Kebutuhan akan nilai, kedambaan dan makna hidup.
·         Kebutuhan akan pemenuhan diri.

PROSES LAHIRNYA PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Psikologi komunikasi sangat berperan dalam perubahan perilaku manusia, terutama manusia berkomunikasi dengan manusia lain, baik yang sifatnya interpersonal, kelompok maupun massa.
Sejarah Psikologi Komunikasi



Wilbur Schramm (1980) adalah sarjana psikologi.
Kurt Lewin (ahli psikologi dinamika kelompok).
Paul Lazarsfeld (pendiri ilmu komunikasi yang juga psikolog yang terinspirasi dari Sigmund Freud).
Carl I. Hovland (Bapak psikoanalisis)
Menariknya : semua aliran besar dalam psikologi diwakili oleh para peletak dasar ilmu komunikasi.

PENEREPAN PSIKOLOGI DALAM KOMUNIKASI


  1. Psikologi Komunikan

  • Psikoanalisis
Pendekatan Allport tentang kepribadian
Tujuh tingkat diri: Diri Jasmaniah, Identitas Diri, Harga Diri, Perluasan Diri, Gambaran Diri, Diri Sebagai Pelaku Rasional, dan Perjuangan Proporium.
Tujuh tingkat kepribadian yang matang : Perluasan perasaan diri, hubungan diri yang hangat dengan orang lain, kestabilan emosional, persepsi realistis, keterampilan dan tugas, pemahaman diri, dan filosofi hidup yang mempersatukan.
·         Behaviorisme
·         Psikologi Kognitif
·         Psikologi Humanistik
·         Psikologi Transpersonal
Diawali dengan penelitian tentang psikologi kesehatan tahun 1960-an oleh Abraham Maslow, dimana mulai mengarahkan perhatian pada dimensi spirual manusia. Kajiannya diarahkan pada kajian transpersonal yang diproklamasikan sebagai aliran kelima dari psikologi. Psikologi transpersonal memfokuskan diri pada bentuk-bentuk kesadaran
Aliran ini pengembangan dari aliran Humanistik dengan tokoh Abraham Maslow, Antony Sutich, dan Charles Tart.
Psikologi transpersonal bukan agama, namun mendasarkan pandangannya kepada beberapa agama dan tradisi spiritual maupun empiris. Menurut aliran ini inti diri manusia bukan fisik tetapi psikis rohaniah.


2. Psikologi Komunikator












































3.  Psikologi Pesan




Terdapat konsep yang berupa teknik pengendalian perilaku orang lain yang disebut bahasa. Belajar dari behaviorisme anak-anak memperoleh pengetahuan bahasa dari tiga proses yaitu : asosiasi, imitasi dan peneguhan.
Korzybski mmelambangkan asumsi dasar teori general semantic, yaitu bahwa bahasa seringkali tidak lengkap mewakili kenyataan. Kata-kata hanya menangkap sebagian aspek saja. Kemampuan bahasa terbatas untuk mengungkapkan kenyataan. Karena itu ada nasihat diantaranya:
a)      Berhati-hati dengan abstraksi
b)      Berhati-hati dengan dimensi waktu
c)      Jangan mengacaukan kata dengan rujukan
d)     Jangan mengacaukan pengamatan dengan kesimpulan
e)      Fungsi pesan nonverbal

PSIKOLOGI DALAM PERSPEKTIF AGAMA
(Hada Hidayat Margana dan Dian Haspera)
1)      Psikologi Versus Islam
Dalam psikologi barat :
·         psikologi bekerja menguraikan tingkah laku, memprediksi, dan terkadang mengendalikan tingkah laku yang bersifat horizontal.
·         Berbicara tentang perilaku yang tampak (nyata).
·         Pada ranah metodologi, Psikologi barat adalah hasil renungan dan eksperimen laboratorium.

Dalam psikologi islam:

  • Ilmu akhlak dan tasawuf – dua ilmu yang berbicara tentang jiwa – berbicara bagaimana mengubah tingkah laku menjadi baik dan bagaimana jiwa dekat dengan Tuhan.
  • Psikologi islam berbicara tentang manusia seutuhnya (ideal) dengan mengembangkan potensi kemanusiaan yang dimiliki.
  • Pada ranah metodologi, sumber informasi utamanya adalah Al-Quran, hadis Nabi SAW, filsafat dan tasawuf yang dijadikan barometer penghayatan dan pengelaman kejiwaan seta eksperimentasi laboratorium sebagai upaya verifikasi, falsifikasi dan perbandingan.
Dalam islam ada tiga corak pendekatan untuk memahami jiwa manusia:

  • Pendekatan Qur’am Nabawi; dimana jiwa manusia dipahami dengan merujuk pada keterangan kitab suci Al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah saw.
  • Pendekatan falsafati; dimana pelbagai masalah jiwa dibahas menurut pandangan para filsuf Yunani kuno lewat penerjemahan karya ilmuwan Yunani kuno ke dalam bahasa Arab.
  • Pendekatan sufistik; dimana penjelasan tentang jiwa manusia didasarkan pada pengalaman spiritual ahli-ahli tasawuf.
Mazhab-Mazhab Psikologi Dalam Islam
·         Psikologi Religius
Teori-teori psikologi yang dikembangkan oleh para sarjana muslim dari pespektif agama, khususnya Al-Quran dan Hadis, sehingga bisa juga disebut perspektif skriptual. Dalam pembahasan tentang daya-daya jiwa manusia, para sarjana secara hampir ekslusif memanfaatkan sumber-sumber ilahi diatas, khususnya istilah-istilah yang terdapat di dalamnya.
Tokoh-tokohnya : Ibn Hazm, Ibn Taymiyyah, Ibn Qayyim al-Jauziyyah.
·         Psikologi Sufistik
Psikologi yang dikembangkan di kalangan sufi. Namun di dunia tasawuf, psikologi dikembangkan bukan untuk tujuan teoritis, melainkan untuk melakukan transformasi jiwa karena transformasi jiwa adalah yang terpenting dalam menuntut sebuah ilmu.
Perspektif Psikologi Dan Psikoterapi Dalam Islam
Beberapa pendekatan agama yang diuraikan antara lain :
·         Taubah
Kesalahan dan dosa yang diperbuat seseorang akan menimbulkan berbagai problem kejiwaan seperti perasaan takut akan hukuman, kehilangan rasa harga diri, dan takut ditolak.
Pengakuan seseorang yang kemudian diteruskan dengan penyesalan terhadap kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa yang pernah diperbuatnya dinamakan taubah atau tobat.
·         Puasa
Manusia dikategorikan mempunyai pribadi yang tidak sehat dan akan mengalami berbagai masalah apabila hati dan akalnya kurang berfungsi sehingga tidak mampu mengontrol dan mengendalikan kekuatan nafsunya yang selalu mendorong kejahatan. Menurut islam kurang berfungsinya hati dan akal antara lain disebabkan oleh terlalu banyak makan dan minum.
Mengurangi makan dan minum mengandung unsur ibadah, ibadah puasa baik puasa wajib maupun sunat (senin-kamis).
·         Muhasabah
Muhasabah adalah salah satu ajaran islam yang dapat digunakan untuk membantu seseorang dalam menangani masalah. Muhasabah artinya mengadakan perhitungan dan kritik, atau evaluasi oleh diri sendiri terhadap apa yang sudah, sedang, dan akan dikerjakannya.
Evaluasi terhadap diri sendiri meliputi evalusi terhadap pemanfaatan umurnya dari waktu ke waktu dan hal-hal yang telah dilakukan oleh anggota tubuhnya, termasuk oleh pikirannya, kata-katanya dan sebagainya.
·         Dizikrullah
Orang yang terganggu jiwanya, perasaan tidak tenang, selalu gelisah, cemas, dan perasaan lain yang tidak menyenangkan. Menurut pandangan Islam, berbagai perasaan yang tidak menyenangkan dapat dihilangkan dengan cara menghadirkan rasa tuma’ninah, yaitu perasaan tenang dan tentram yang mendalam sebagai anugerah Allah.


Apakah Roda Masih Berputar dan Dunia Masih Bergulir?
Telaah Kritis Buah Pikir Herman Soewardi Tentang Sains Tauhidullah
Dari Persepektif Mahasiwa Non Muslim
(sebuah tugas kuliah Mahasiswa FIKOM Unpad 2011)
Oleh : Monika Wutun
1.      Prakata
Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling kait-mengait dalam perjalanan dunia secara historis maupun substansial. Dua kata ini sebenarnya merupakan akar dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang super modern dan canggih berbasis teknologi tinggi yang kini tengah dinikmati oleh umat manusia di seluruh dunia.
Peran filsafat dan ilmu dalam membentuk atau menciptakan dunia seperti dewasa ini, dengan kelebihan dan kekurangannya tak hanya dinikmati oleh salah satu kaum saja. Tetapi harus diakui keduanya telah membuat semua umat manusia dapat mengenal dengan lebih baik keberadaan atau eksistensi dirinya maupun keberadaan atau eksistensi dari dunia itu sendiri.
Jika dikaji dari berbagai latar belakang dengan paradigma tertentu yang digunakan maka persepsi yang diciptakan akan menghasilkan buah pikir yang berlainan. Terlepas dari berbagai penilaian tentang keberadaan dunia yang benar ataupun salah, namun harus diakui semua pihak yang menyatakan benar atau salah justru juga menikmati kebenaran dan kesalahan yang ada dan terjadi di dunia ini. Tidak ada satu pihak pun saat ini dapat menghindari sesuatu yang sudah ada dan berada seperti adanya saat ini. 
Maka seharusnya umat manusia sebagai penghuni bumi ini, hendaknya menyadari tanggung jawab bawaan untuk menjaga keberadaan bumi agar dapat terus ada sampai saatnya jika ada kekuatan yang melebihi semua kekuatan di bumi menghendaki keberadaan bumi itu diakhiri. (Kekuatan itu bisa jadi kehendak Tuhan atau TAKDIR merenggut keberadaan bumi ini).  Sehingga ketika hal itu terjadi kita akan bertanya dan terus bertanya apakah roda masih berputar dan dunia masih bergulir?
2.      Mengapa Harus Herwan Soewardi?
Pertanyaan ini memang menggelitik keingintahuan Penulis untuk mengenal lebih mendalam seorang Herman Soewardi yang boleh dikatakan memiliki pemikiran yang luar biasa untuk dikaji secara ilmiah. Herman Soewardi bisa menghasilkan filsafat ilmu yang berbasis agamanya yakni Islam, kemudian membandingkannya dengan ilmu yang sudah berlaku universal saat ini.
Sebenarnya pemikiran Herman Soewardi ini tidak perlu dipertentangkan untuk tujuan menghancurkan atau mencari  kesalahan dan kebenarannya, tetapi justru harus dipertentangkan untuk menemukan makna terdalam dari niat suci Herman Soewardi untuk menggeluti filsafat ilmu hingga akhir hayatnya.
Kita tilik saja dari sejarah sampai lahir kepenuhan pemikiran Herman Soewardi yang tertuang dalam buku Roda Berputar Dunia Bergulir yang merupakan hasil telahannya selama lima tahun sejak 1994-1998. Buah pikirnya lahir berjenjang dari Diktat kuliah filsafat ilmu hingga akhirnya menghasilkan buku yang sampai saat ini dipakai oleh Universitas Padjadjaran sebagai bahan perbandingan dengan filsafat ilmu pada umumnya (ada barat dan timur / islam) atau bisa jadi paradigma baru pemikiran filsafat ilmu sebagai ilmu yang sejati?
Herman Soewardi dalam buku Roda Berputar Dunia Bergulir mengkaji dari perspektif Islam sebagai agama yang dianutnya tentang sains atau ilmu yang berbasis barat sentries yang dinamakan Sains Barat Sekuler (SBS) dengan Sains Tauhidullah yang Islami. Kajian yang dibuat oleh Herman Soewardi ini memang sangat menarik untuk diulas lagi lebih mendalam oleh para pihak yang tertarik dengan buah pikirnya.
Kajian itu hendaknya dapat mengayomi ilmu dengan sifat universalnya  sehingga ilmu itu dapat diperuntukkan bagi umat manusia di seluruh dunia tanpa ada pembatasan, penyekatan atau pengkotakan antar kelompok umat di dunia ini. Sehingga apa yang dikatakan sebagai Sains Tauhidullah yang Islami dengan basis wahyu dari Tuhan (Allah SWT) dapat mengubah 7 abad salah dengan orientasi sains barat sekuler dapat kembali menjadi 7 abad benar dengan ilmu yang bersumber dari wahyu Ilahi.
Sekiranya buah pikir Herman Soewardi ini tidak hanya bisa digunakan oleh kaum Muslim saja tetapi dapat juga menjadi ilmu bagi kaum Non Muslim dengan dasar ajaran agamanya masing-masing. Karena menurut Penulis Implikasi Tauhid pada LIFE dan Implikasi Tauhid pada THOUGHT, merupakan pemikiran yang layak untuk pelajari oleh kaum Non Muslim.
3.      Bagaimana Mahasiswa Non Muslim memaknai Sains Tauhidullah?
Sebagai Mahasiswa Non Muslim awalnya Penulis merasa kebingungan untuk memahami Sains Tauhidullah yang berbasis Islam. Penggunaan berbagai istilah dalam Bahasa Arab yang sangat Islam sentries belum lagi penulisan hanya ayat-ayat suci Al Quran tanpa menyebutkan naskah-nya, membuat kebingunan itu menjadi lebih terpenuhi.
Selain itu jika dibaca hanya permukaan maka Penulis dan kemungkinan mahasiswa Non Muslim lainnya hanya berpikir bahwa buah pikir Herman Soewardi tentang Roda Berputar Dunia Bergulir hanya Filsafat Islam yang mempersalahkan pemikiran barat dan mungkin bahkan secara ekstrim mempertentangkan Filsafat Islam dengan Filsafat Kristen atau Yahudi.
Namun setelah dibaca lebih mendalam akhirnya ditemukan makna tersembunyi dari pemikiran Herwan Soewardi bahwa ternyata dirinya tidak mempertentangkan kebenaran sains dari versi Islam  versus Kristen atau Yahudi tetapi mempertentangkan dan bahkan secara ekstrem mempersalahkan Sains Barat Sekuler yang mengagung-agungkan Rasio dan obyektivikasi tanpa melihat keberadaan Kekuatan Ilahi yang melebihi rasio manusia. Hasilnya sudah tampak saat ini dengan siklus karbon yang mengacam kelangsungan hidup manusia di bumi ini dan juga pencemaran lingkungan dan berbagai masalah lainnya yang timbul karena keangkuhan manusia.
Bahkan dalam pemikiran Herman Soewardi ini, dirinya juga mempertentangkan pemikiran para pemikir Islam yang terkontaminasi dengan pemikiran barat yang sangat rasionalis dan bahkan cenderung atheis (tidak percaya keberadaan Tuhan). Dia menamakan kaum ini sebagai kaum muslim yang mendewakan barat.
Karena itu Herman Soewardi menyusun sains versi dirinya dengan dasar Naqliah memandu aqliah dengan wujud konkritnya berupa alih premis dari premis empirical (value barat yang salah) ke premis transcendental (value Tuhan yang benar) di segala bidang ilmu. Juga dasar Naqliah memandu indrawi, dengan wujud konkritnya berupa penyempurnaan proses pengindraan, menjadi intuitif atau irfani, karena disinilah letak bimbingan Tuhan lewat Ilham.
Selain itu topik implikasi Tauhid pada Life dengan berdasar pada Q,96:5 dengan tafsiran bahwa setiap guru yang baik akan mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga dalam bingkai konsep ini dibahas juga sejarah dunia dengan paradigma Islam, juga konsep 7 abad benar dan 7 abad salah serta Garis Susu (berbasis Islam) dan Garis Alkohol (berbasis Barat). Pada bagian ini juga digelorakan kebangkitan Islam untuk membawa ilmu pada pijakan ajaran Tuhan.
Juga implikasi Tauhid pada Thought  atau berijtihad dengan pegangan Q,96:4 “yang mengajarkan manusia dengan perantaraan qalam”. Disini Herman Soewardi menegaskan Kalam artinya kata-kata Allah yang tidak sekedar pena atau nash-nash yang memandu akal atau pikiran manusia.
Dia menilai ilmu barat itu dilakukan tanpa tuntunan Ilahi sehingga salah jalan dan itu dibuktikan oleh dia sebagai tidak benar yang membawa manusia pada kehancuran peradaban seperti kerusakan ekologi. Karena itu untuk menghasilkan ilmu yang bersumber pada Ilahi maka sain itu harus berdasar pada naqliah memandu aqliah dan naqliah memandu indrawi.
Sebenarnya dari kaca mata Non Muslim (lebih khusus mahasiswa non muslim) sebenarnya kedua dasar itu juga ada dalam ajaran agama masing-masing. Seperti dalam ajaran Kristen ada juga perintah pada Injil yang mengharuskan umat kristiani untuk menyampaikan kebenaran kepada seluruh dunia dengan tafsiran kaum Kristiani juga berkewajiban untuk mengembangkan sains berbasis pada Firman Tuhan.
Dan perintah ini ada dalam Injil Matius 28:20, “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Nash ini sebenarnya juga mengharus kaum Kristiani untuk mengembangkan sains yang berbasis pada wahyu Ilahi. Dan sains yang bersumber pada Firman Tuhan dan tentu mutlak benar itu, harus diajarkan kepada semua umat manusia agar kelompok Sains Barat Sekular yang cenderung atheis kembali kepada Sains  sejati yang mencari kebenaran Rasio dalam bingkai ke-Ilahi-an.
4.      Apakah Roda Masih Berputar dan Dunia Masih Bergulir?
Pada bagian  penutup ini, penulis sengaja mengajukan pertanyaan apakah roda masih berputar dan dunia masih bergulir? Sebagai pertanyaan reflektif bagi kita yang mendalami Filsafat Ilmu sebagai jalan untuk menemukan Sains sejati.
Bagi penulis sains sejati itu adalah sains yang ada dan dikembangkan bagi keselamatan umat manusia dan bukan malah sebaliknya. Sains yang tidak terkotak-kotak dalam otak manusia yang dapat ditakar, tetapi sains yang ada dalam rancangan Ilahi.

Entah apa agama-mu tapi kita semua punya tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang belajar dari keberhasilan dan kegagalan di masa lalu untuk hidup di masa kini dan menyiapkan dunia bagi generasi akan datang. Generasi yang ada sesudah kita dan bisa saja kita juga menikmatinya di kehidupan sesudah saat ini. 
HUMAN COMMUNICATION
1.  Definisi Komunikasi dan Human Communication
2.  Proses Komunikasi
3.  Fungsi Komunikasi
4.  Ragam tingkatan komunikasi atau konteks-konteks komunikasi
5.  Kegunaan Belajar Ilmu Komunikasi

I.  Definisi Komunikasi dan Human Communication
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?
Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:
  1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
  2. Pesan (mengatakan apa?)
  3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
  4. Komunikan (kepada siapa?)
  5. Efek (dengan dampak/efek apa?).
Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.
II. PROSES KOMUNIKASI
Berangkat dari paradigma Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:
1.   Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
Seperti disinggung di muka, komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain , komunikasi adalah proses membuat pesan yang setara bagi komunikator dan komunikan.
Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan.
Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna).
Wilbur Schramm (dalam Effendy, 1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference) , yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan.
Schramm menambahkan, bahwa bidang (field of experience) merupakan faktor penting juga dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar. Sebaliknya, bila bidang pengalaman komunikan tidak sama dengan bidang pengalaman komunikator, akan timbul kesukaran untuk mengerti satu sama lain.
Sebagai contoh seperti yang diungkapkan oleh Sendjaja(1994:33)yakni : Si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan lebih mudah dan lancar apabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan dengan si B yang juga sama-sama mahasiswa.
Seandainya si A tersebut membicarakan hal tersebut dengan si C, seorang pemuda desa tamatan SD tentunya proses komunikaasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya seperti yang diharapkan si A. Karena antara si A dan si C terdapat perbedaan yang menyangkut tingkat pengetahuan, pengalaman, budaya, orientasi dan mungkin juga kepentingannya.
Contoh tersebut dapat memberikan gambaran bahwa proses komunikasiakan berjalan baik atau mudah apabila di antara pelaku (sumber dan penerima) relatif sama. Artinya apabila kita ingin berkomunikasi dengan baik dengan seseorang, maka kita harus mengolah dan menyampaikan pesan dalam bahasa dan cara-cara yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, orientasi dan latar belakang budayanya. Dengan kata lain komunikator perlu mengenali karakteristik individual, sosial dan budaya dari komunikan.
2.    Proses komunikasi sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam menyampaikan pesan karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.).
III.        FUNGSI KOMUNIKASI
William I Gorden dalam Mulyana (2002:5-35) menyatakan empat fungsi komunikasi terdiri dari Fungsi komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual dan komunikasi instrumental.
1)    Fungsi Pertama : Komunikasi Sosial
Komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, memupuk hubungan dengan orang lain.
Orang yang tidak berkomunikasi dengan manusia, bisa dipastikan akan ‘tersesat’, karena ia tidak sempat menata dirinya dalam suatu lingkungan sosial. Komunikasilah yang memungkinan individu membangun suatu kerangka  rujukan dan menggunakan sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang dihadapi.
2)    Fungsi Kedua : Komunikdi Ekspresif
Erat kaitannya dengan komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresif yang dapat dilakukan baik sendiri ataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasan (emosi) kita. Perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan non verbal (perasaan saying, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah, dll.)
3)    Fungsi Ketiga : Komunikasi Ritual
Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual, yang biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut antropolog sebagai rites of passage. Mulai dari upaya kelahiran, sunatan, ultah, tunangan , pernikahan, sampai pada kematian. Ada juga ritual agama, pendidikan, etc.
4)    Fungsi Keempat : Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum yaitu : menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan, dan juga untuk menghibur.
Sebagai instrument, komunikasi tidak saja digunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan. Komunikasi berfungsi sebagai instrument untuk mencapai tujuan pribadi dan pekerjaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

IV.       RAGAM TINGKATAN KOMUNIKASI/KONTEKS KOMUNIKASI
Secara umum ragam tingkatan komunikasi adalah sebagai berikut:
  1. Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.
  2. Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.
  3. Komunikasi kelompok (group communication) yaitu komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok. Menurut Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam Sendjaja,(1994) memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.
  4. Komunikasi organisasi (organization communication) yaitu pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005:52).
  5. Komunikasi massa (mass communication). Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Kemudian Mulyana (2005:74) juga menambahkan konteks komunikasi publik. Pengertian komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak). Yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah atau kuliah (umum). Beberapa pakar komunikasi menggunakan istilah komunikasi kelompok besar (large group communication) untuk komunikasi ini.
V.  KEGUNAAN BELAJAR KOMUNIKASI
Mengapa kita mempelajari ilmu komunikasi? Ruben&Steward, (2005:1-8) menyatakan bahwa
  1. Komunikasi adalah fundamental dalam kehidupan kita.
Dalam kehidupan kita sehari-hari komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi. Tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa komunikasi, dikarenakan kita dapat membuat beberapa perbedaan yang esensial manakala kita berkomunikasi dengan orang lain.
Demikian pula sebaliknya, orang lain akan berkomunikasi dengan kita ,baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Cara kita berhubungan satu dengan lainnya, bagimana suatu hubungan kita bentuk, bagaimana cara kita memberikan kontribusi sebagai anggota keluarga, kelompok, komunitas, organisasi dan masyarakat secara luas membutuhkan suatu komunikasi.Sehingga menjadikan komunikasi tersebut menjadi hal yang sangat fundamental dalam kehidupan kita.
  1. Komunikasi adalah merupakan suatu aktifitas komplekS.
Komunikasi adalah suatu aktifitas yang komplekS dan menantang. Dalam hal ini ternyata aktifitas komunikasi bukanlah suatu aktifitas yang mudah. Untuk mencapai kompetensi komunikasi memerlukan understanding dan suatu ketrampilan sehingga komunikasi yang kita lakukan menjadi efektif. Ellen langer dalam Ruben&Stewat( 2005:3) menyebut konsep mindfulness akan terjadi ketika kita memberikan perhatian pada situasi dan konteks, kita terbuka dengan informasi baru dan kita menyadari bahwa ada banyak perspektif tidak hanya satu persepektif di kehidupan manusia.
  1. Komunikasi adalah vital untuk suatu kedudukan/posisi yang efektif.
Karir dalam bisnis, pemerintah, atau pendidikan memerlukan kemampuan dalam memahami situasi komunikasi, mengembangkan strategi komunikasi efektif, memerlukan kerjasama antara satu dengan yang lain, dan dapat menerima atas kehadiran ide-ide yang efektif melalui saluran saluran komunikasi. Untuk mencapai kesuksesan dari suatu kedudukan/ posisi tertentu dalam mencapai kompetensi komunikasi antara lain melalui kemampuan secara personal dan sikap, kemampuan interpersonal, kemampuan dalam melakukan komunikasi oral dan tulisan dan lain sebagainya.
  1. Suatu pendidikan yang tinggi tidak menjamin kompetensi komunikasi yang baik.
Kadang-kadang kita menganggap bahwa komunikasi itu hanyalah suatu yang bersifat common sense dan setiap orang pasti mengetahui bagaimana berkomunikasi. Padahal sesungguhnya banyak yang tidak memilki ketrampilan berkomunikasi yang baik karena ternyata banyak pesan-pesan dalam komunikasi manusia itu yang disampaikan tidak hanya dalam bentuk verbal tetapi juga nonverbal.
Ada ketrampilan komunikasi dalam bentuk tulisan dan oral, ada ketrampilan berkomunikasi secara interpersonal, ataupun secara kelompok sehingga kita dapat berkolaborasi sebagai anggota dengan baik, dan lain-lain.
Kadang-kadang kita juga mengalami kegagalan dalam berkomunikasi. Banyak yang berpendidikan tinggi tetapi tidak memilki ketrampilan berkomunikasi secara baik dan memadai sehingga mengakibatkan kegagalan dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Sehingga komunikasi itu perlu kita pelajari.
  1. Komunikasi adalah populer.
Komunikasi adalah suatu bidang yang dikatakan sebagai popular. Banyak bidang-bidang komunikasi modern sekarang ini yang memfokuskan pada studi tentang pesan, ada juga tentang hubungan antara komunikasi dengan bidang profesiponal lainnya termasuk hukum, bisnis, informasi, pendidikan, ilmu computer, dan lain-lain. Sehingga sekarang ini komunikasi sebagai ilmu social/perileku dan suatu seni yang diaplikasikan. Disiplin ini bersifat multidisiplin, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu lain seperti psikologi, sosiologi, antroplogi, politik, dan lain sebagainya


Selasa, 13 Desember 2016

Pembagian Teori Komunikasi Massa

Bagi Mahasiswa Mata Kuliah Komunikasi Massa
Jurusan Ilmu Komunikasi - FISIP - Undana
Semester III

Tugas teori-teori dalam komunikasi massa yang telah dibagikan pada pertemuan 29 November 2016, dan akan dipresentasikan pada Jumat, 16 Desember 2016. 
Mohon dikerjakan dan dikumpulkan ke ketua kelas dan diletakkan di ruang Dosen JIKOM. 
berikut teori-teori yang akan dibahas:
1.Stimulus – Respon
2.Teori Jarum Hipodermik
3.Disonansi Kognitif Festinger
4.Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi
5.Teori Agenda Setting
6.Teori Dependensi Mengenai Efek Komunikasi Massa
7.Difusi Inovasi
8.Information Gaps
9.Teori Inokulasi
10.Teori Motivasi Proteksi
11.Konstruksi social Media massa
12.Teori Used and Effects
13.Information Seeking
14.Analisis Kultivasi
15.Teori Pembelajaran Sosial
16.Teori CMC
17.Teori Kegunaan dan Gratifikasi
18.Teori Spiral Keheningan
19.Teori Ekologi Media
20.Semiotika
21.Cultural Studies of Stuart Hall
22.POLITICAL ECONOMY THEORY
23.HAROLD INNIS: THE BIAS OF COMMUNICATION
24.Feminist Reception Studies
25.Media System Dependency Theory
26.Media Intrusion Theory

27.Theories of Frames and Framing

(Pembagian teori/mahasiswa dilakukan secara mandiri, dibawah koordinasi ketua kelas). 
selamat bekerja!!!

SOAL UTS MATA KULIAH KOMUNIKASI BISNIS